Minggu, 04 April 2021

Si cantik merah yang dirindukan

Warna merah bukanlah warna favoritku apalagi merahnya sewarna darah. Melihat postingan gambar jambu air yang bernuansa merah membuat warna merah menjadi merona. Kupandangi si cantik merah tanpa berkedip membuat aku makin ngiler ingin menelannya. Beruntung sekali diriku tidak sedang hamil sehingga rasa ingin menikmatinya bisa tertahankan. Aku bertanya dalam hati, darimanakah asal si cantik merah yang rupawan? Apakah dari kebunnya si empunya postingan? Kalau iya, alangkah beruntungnya beliau. Ketika haus si cantik merah bisa menjadi pengobat dahaga. Ketika akhir bulan datang, sicantik merah yang menawan akan menarik untuk ditawarkan di grocery. Luar biasa sekali manfaat sicantik merah. 

Setiap kali kubuka whatsapp, yang pertama kali kulihat adalah sicantik merah. Dari pagi dirimu menjadi bahan pembicaraan, apakah istimewanya dirimu? Aku yang paras nya cantik dan ayu, rambutku yang lurus panjang dan berkilau, bodyku yang langsing bak gitar spanyol tenggelam oleh dirimu. Apakah kamu benar-benar jilmaan peri? Mengapa paras mu yang kecil seperti itu digilai oleh semua orang. Apa kelebihan mu sehingga membuat orang-orang jatuh cinta padamu. Aku tak habis pikir, apa yang ada dipikiran mereka, sehingga memperebutkan dirimu. Ahhhhh... Apa mungkin mereka tergiur olehmu karena rupamu yang aduhai, warna merahmu menghiasi seluruh tubuh mu apalagi bibir mu yang merona kmerah-merahan. Kalau diperhatikan dengan seksama, memang kamu itu indah adanya. indah untuk dipandang, indah untuk dikecup, indah untuk dicium dan indah untuk dirasakan.

Tapi...

Bisakah aku memilikimu walau hanya sebutir? Tak mungkin! Pasti tidak akan pernah mungkin. Bagaimana mungkin seseorang melepaskanmu begitu saja, ditawarkan milyaran rupiahpun juga tidak mungkin. Kenapa aku mesti melihat mu jikalau aku tak mampu memilikimu. 

Oh si cantik merah. Kau telah merusak hari liburku. Kau telah merenggut rasa ku. Kenapa mesti kamu. Hariku yang mestinya istimewa telah kau rusak dengan hadirmu. Kau telah merenggut bahagiaku dalam sekian jam. Apa yang harus aku lakukan untuk memilikimu hingga aku bisa memejamkan mataku. 

Oh, si cantik merah. Apakah kau nyata? memang warnamu terlihat merah tapi aku tak bisa merasakan bentuk mu. Aku tak bisa merasakan manismu, dan aku juga tak bisa mendapatkanmu. kamu hanyalah mimpi buruk yang datang untuk meracuniku. Aku akan mencarimu meskipun sampai ke ujung dunia. Kenapa kamu mesti sembunyi dibalik postingan, cobalah datang temui aku, pasti aku sangat menantikanmu. Aku akan menyandingkan mu bersama teman-teman mu yang cantik jelita lainnya hingga kujadikan kalian sebagai santapan sore hari di sebuah gubuk yang indah sambil memandangi luasnya hamparan padi yang mulai menguning. Ohhh,si cantik merah ku tunggu kedatanganmu. Always loving you!


https://manfaat.co.id/manfaat-jambu-jamaika





2 komentar:

  1. Kalau si merah buah jambu saya juga suka Bu....pasti manis rasanya, hehehe. Salam literasi Bu

    BalasHapus
  2. Wih. Ranum lihat warnanya. Semoga lekas panen. Hehe

    BalasHapus

Gadis pemalu dan sederhana kelahiran 41 tahun yang silam telah memilih tambatan hatinya "guru" sebagai profesi utama dalam nengaru...