Rabu, 07 April 2021

Inspirasi dibalik ide menulis




Tiada terasa, malam ini memasuki malam kedua perkuliahan belajar menulis. Tema yang diangkat "ide menulis bagi guru" yang  disampaikan oleh omjay (Wijaya Kusuma, M.Pd.). Saya pribadi sempat kaget ketika tidak ditampilkan biodata narasumber,  tapi tidak apa-apa karena beliau adalah seorang superstar maka hampir semua orang mengenal beliau. Dari perawakannya beliau terlihat kebapakan dan berwibawa, wanita yang melihat beliau akan klepek-klepek bukan klepek-klepek jatuh cinta tapi klepek-klepek ingin berguru pada beliau. Omjay memang luar biasa karena beliau adalah superstar.

Setelah perkuliahan, saya merasa sangat bahagia sekali, sampai-sampai saya speechless. Kebayangkan, bagaimana rasanya setelah menonton bioskop film kesayangan atau setelah mendapatkan sesuatu yang paling diinginkan. Begitulah wujud dari perasaan saya.

Bagi saya menulis adalah hal yang paling berat dilakukan karena saya belum terbiasa dengan menulis itu sendiri. Ketika bergabung dengan grup ini, saya hanya menjadi pembaca saja, benar yang dikatakan omjay sangat pasif. Tapi ketika perkuliahan dibuka melalui zoom, saya merasa rasa ingin tahu saya makin menggebu. Tibalah perkulian malam pertama, wow! Amazing! Saya berhasil membuat tulisan. Meskipun saya belum puas dengan tulisan yang saya buat paling tidak saya mulai menulis, itu luar biasa bagi saya. 

Di perkuliahan kedua, saya seperti diajak melihat dan bercermin ke dalam diri sendiri, saya juga diajak melihat sekitar, bahkan saya merasa diajak melihat isi dunia. Inilah apa adanya kita. Jika ingin menulis maka gunakan kepekaan, libatkan panca indera: mata, mulut, hidung, telinga, dan rasa. Padukan mereka semua menjadi satu kesatuan, lalu mulailah berselancar mencari sesuatu yang biasa, lalu ubahlah yang biasa menjadi luar biasa. Kata-kata yang luar biasa yang disampaikan oleh omjay.

Banyak hal yang bisa dijadikan ide untuk menulis kalau kita peka,  dan kata itu terbukti adanya. Gambar di bawah misalnya; ada sebuah meja kecil, di atasnya ditata bunga hidup untuk memperindah tampilannya. Sementara di sisi lain ada secangkir teh dan pisang rebus. Jika saya  jadikan tulisan maka saya buat judul  "Santai". Semua orang  bebas berasumsi. Alasan saya memilih judul tersebut karena saya membayangkan seorang istri menyiapkan hidangan ringan untuk suaminya di sore hari. Hal itu rutin dilakukan karena suami capek pulang kerja. Dengan adanya rutinitas ini, suami bisa kembali rilex, segar dan bahkan bugar karena bisa bercengkrama dengan istri dan mungkin juga ada anak-anak. Di sinilah komunikasi dan kehangatan  keluarga tercipta sehingga selelah dan seberat apapun pekerjaan di luar sana tidak akan membawa pengaruh buruk untuk keluarga.


Masih banyak ide-ide yang lain yang bisa dengan mudah didapatkan di sekitar kita. Ide itu bisa diri sendiri,, keluarga, adik, abang, ayah, ibu, tetangga, rekan kerja, sahabat terbaik, guru, kepala sekolah, dan bahkan lingkungan itu sendiri bisa dijadikan ide untuk menulis. Setelah mendapat ide, menulislah semampu dan sebaik mungkin tentang ide yang dipilih. rangkailah kata menjadi kalimat kemudian jadikan kalimat menjadi paragraf yang menarik untuk dibaca, selanjutnya kembangkan menjadi tulisan, bumbui dengan kalimat-kalimat inspiratif agar tulisan biasa menjadi luar biasa. Ikuti proses seperti itu berulang-ulang sampai titik dimana kita bisa menemukan jati diri kita dalam menulis. 

Omjay  juga menyampaikan beberapa hal yang dapat membantu dalam proses menulis di antaranya;

1. Biasakan membaca. Membaca adalah jendela dunia. Dengan membaca, kita banyak menemukan hal-hal baru, informasi baru, dan mungkin juga ide-ide baru. Semakin sering membaca maka semakin banyak tahu sehingga bisa berpengaruh pada ide yang akan ditulis nantinya.

2. Tumbuhkan rasa percaya diri melalui sering berlatih menulis. Menulislah sesering mungkin, dengan sering menulis kita akan menemukan gaya dan cara penulisan sendiri. Lambat laun kita akan menemukan kelemahan dan kekuatan kita.

3. Menulis membutuhkan proses, jangan berhenti untuk belajar. Jalani semua proses sampai benar-benar berhasil membuat tulisan biasa menjadi luar biasa.

4. Selalulah  memotivasi diri untuk selalu menulis. Apapun hasilnya tidak boleh berkecil hati apalagi sampai patah semangat.

5. Selalu berpikir positif terhadap komentar, kritikan, atau sanggahan dari orang lain.

Malam ini adalah malam yang istimewa buat saya sebagai pemula dalam menulis, hampir di semua kalimat omjay mengandung kata-kata inspirasi, motivasi, ajakan, selalu optimis dan berpikir positif. Beliau mengajarkan bagaimana menulis dari hati dan menggunakan rasa sehingga yang ditulis bisa menyentuh hati pembaca dan dengan sendirinya tulisan-tulisan yang pernah dibuat akan memberikan manfaat buat oranglain. Jangan pernah berniat untuk berhenti belajar menulis, mari jadikan menulis is habit dan mari menulis sepanjang hayat.

Tanggal pertemuan: 07/04/2021

Resume ke: 2

Tema: Ide Menulis Bagi Guru

Narasumber: Wijaya Kesuma, M.Pd.

Gelombang: 18

Pangkalpinang

Okmi032021














5 komentar:

  1. Waah..mantap bu..paling suka 5 point terakhir nyg ibu tulis itu .๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  2. Terima kasih bun, Masih tahap belajar๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
  3. Tulisannya keren, menulisnya dari hati nih..

    BalasHapus
  4. Keren bu Okmi, mengalir dengan jujur bahasa nya.

    BalasHapus

Gadis pemalu dan sederhana kelahiran 41 tahun yang silam telah memilih tambatan hatinya "guru" sebagai profesi utama dalam nengaru...