Kamis, 23 Desember 2021

Mak (Ibu) Wanita terhebatku

Bulan Desember 2021 menjadi   tahun ke 11 dan  bulan ke 10 kepergian Mak. Meskipun telah tiada, beliau selalu terpatri di dalam hati hingga maut menjemput. Mak wanita tegar, kuat dan sabar. Beliau telah mengandungku selama 9 bulan, melahirkanku menjadi bayi mungil, menjaga dan merawatku. 

Siang malam  tidurnya terganggu demi meredakan tangisan dan rengekanku. Aku diajarkan berbicara, aku diajarkan berjalan, aku diajarkan segala hal hingga aku bisa melakukannya sendiri. 

Kehangatan, kasih sayang dan perlindungan selalu ada untukku. Beliau akan bersedih di kala aku sakit, beliau akan merawatku ketika aku sakit, beliau akan selalu menjagaku, tanpa menghiraukan kesehatan beliau. 

Mak adalah sosok inspirasiku dalam menjalani hidup ini.

Perjuangan mak tidak pernah usai, lihatlah bagaimana tekadnya untuk menyekolahkan kami hingga kami menjadi manusia yang cerdas, pintar dan bermanfaat bagi negara. Sosok guru yang sederhana tersebut, selalu mengajarkan kami untuk bersikap jujur, rendah hati, dan bersahabat. 

Kami diajarkan untuk hidup sederhana, kami diajarkan untuk bertanggung jawab, kami diajarkan untuk menjadi manusia yang kuat dan tahan banting dalam keadaan apapun. Ditanamkannya ilmu agama, diajarinya sopan santun, dan diajarinya kami bekerja keras. Itulah sosok yang harus saya banggakan. Kesederhanaannya kadang-kadang membuat orang iri, kesederhanaannya kadang-kadang membullynya, kesederhanaannya membuat keluarga sendiri tidak menyukainya, dan kesederhanaannya itu mengajarkan anak-anaknya bagaimana hidup sederhana dan bijaksana.

Aku baru sadar setelah menjadi seorang ibu, ternyata caramu mendidik kami, ajaran kerasmu dalam pergaulan, dan sikap perhitunganmu dalam menafkahi kami benar-benar luar biasa. Apa jadinya aku, jika dahulu engkau limpahkan banyak uang semasa kuliah? Bisa jadi kuliahku tidak selesai atau malah berantakan karena dimanjakan oleh uang. Apa jadinya aku, jika aku tidak diingatkan untuk selalu menjaga diri? Aku pasti akan terjerumus dengan pergaulan sesat. Apa jadinya aku, jikalau aku tidak melanjutkan pendidikan? Pasti jelas aku tidak akan berhasil seperti hari ini. Kadang aku berpikir, “Bagaimana mungkin sosok perempun sederhana seperti mak bisa berpikir sejauh dan selogis itu?” Benar-benar menakjubkan. 

Penghasilan yang di dapat hari ini, disiapkan untuk persiapan anak sekian bulan ke depan. Ternyata beliau tidak pelit seperti perkiraan gadis kecil dulu, beliau hanya waspada dan jaga-jaga. Jika keadaan mendesak atau terjadi sesuatu yang genting beliau sudah memiliki pegangan. Hebatnya mak dalam segala hal. Aku baru menyadarinya, ketika engkau telah jauh dari hidupku.

Banyak pengajaran mak yang tidak akan pernah aku lupakan. Meskipun seorang guru zaman itu, untuk menghidupi kami berenam, beliau bisa menjadi apapun. Beliau bisa bermertamorfosis menjadi seorang petani, suatu waktu beliau bisa menjadi saudagar. Itulah yang mereka lakoni demi kami. Ketika menjadi petani, hasilnya selalu melimpah, hal itu disebabkan mereka selalu mengingat hak orang lain. Ketika menjadi saudagar, mereka menjadi kepercayaan orang. Bagaimana mungkin mereka mendapat kepercayaan dari orang lain kalaulah bukan kejujuran dan tanggung jawab.

Mak, sampai kapanpun aku akan selalu ingat pesan dan nasehatmu. “Jadilah diri sendiri dan carilah sesuatu untuk peganganmu suatu hari nanti”. Semua nasehat yang disampaikan benar adanya. Terima kasih banyak, mak. Tidak ada yang bisa menggantikan posisimu sampai kapanpun. Aku akan selalu ingat ajaranmu untuk selalu patuh terhadap suami. 

Terima kasih mak,

Perjuanganmu mengajarkan ku untuk tetap menjadi seorang perempuan yang biasa-biasa saja. 

Terima kasih mak, 

atas semua kesederhanan yang engkau berikan. 

Engkaulah sosok wanita terhebatku sampai kapanpun.


Selamat hari ibu,

Jasamu tidak akan terbalaskan hingga maut menjemputku.

I Love You

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Minggu, 19 Desember 2021

Nilai Antikorupsi

Karakter akan menjadi kunci bahagia atau tidaknya seseorang.

Korupsi bukan lagi menjadi hal yang tabu untuk diperbincangkan di kalangan masyarakat. Korupsi sudah tumbuh di Negeri ini sejak zaman dahulu dan korupsi sulit untuk dimusnahkan.

Berbicara tentang korupsi sebenarnya bukan keahlian nya saya tapi berbicara tentang nilai yang ditanamkan untuk menolak korupsi tersebut sangat menarik untuk diperbincangkan. Jika Antikorupsi memiliki 9 nilai maka dari segi pendidikan menengah memiliki puluhan lebih nilai yang mesti diterapkan peserta didik.

Kesembilan nilai antikorupsi yang dimaksud adalah keadilan, kejujuran, bertanggung jawab, kepedulian, kesederhanaan, kegigihan, keberanian, kerjasama dan kedisiplinan. Bukankah nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai yang harus dimiliki peserta didik dalam pembentukan karakter dan nilai itupun muncul di dalam buku laporan mereka.

Kadang saya bingung sendiri dengan kondisi masyarakat kita. Mestinya nilai-nilai tersebut mulai dimiliki dan tertanam di lingkungan keluarga. Tapi faktanya banyak sekali yang mengabaikan hal tersebut.

Apakah korupsi yang dimaksud di sini hanya korupsi uang secara besar-besaran sajakah? Bagaimana dengan penyelewengan uang kecil-kecilan? Atau bagaimana dengan korupsi waktu? Biarlah masing-masing individu berargumen. 




Senin, 13 Desember 2021

AdSense?

Dingin belati diantar Ase 

Berkata dede  belum ada yang punya

Ingin hati daftar di adSense

Ternyata pakDe pun lupa caranya.


Saya suka Tulisan PakD tentang AdSense, karena pertanyaan ini  benar-benar sempat menguras energi. Saya sempat membaca part itu diblog, dimana posisi Blogger dan YouTube ditulis bersanding, dalam pikiran saya berarti tanpa disadari tulisan yang dihasilkan bisa memberi imbalan bagi penulis. Tapi, tunggu dulu. Apa yang tertulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak langkah yang harus dilakukan untuk bisa memunculkan iklan di blog pribadi. Saya sendiripun tidak mengetahuinya. https://blogsusanto.com/gusar-akibat-iklan-di-blog-2/

Belajar perlu, karena info tersebut akan disampaikan kepada orang lain. Seandainya bukan kita yang bisa menerima imbalan tersebut siapa tahu nasib orang yang serius belajar lebih bagus. Rezeki sudah diatur untuk tiap orang, hanya saja caranya yang berbeda.

Mungkinlah ada yang bisa bantu langkah-langkah untuk mendaftar sehingga makin banyak yang tertarik untuk menulis. Secara tak langsung menulis menjadi tujuan berikutnya setelah youtuber. Terlalu banyak bermimpi saya nya. 😀😀😀😀😉.

PakD sebenarnya sudah membuka jalan bagi blogger untuk lebih rajin menulis dan saling mengunjungi blog penulis yang lainnya. Berdasarkan info yang saya dapat dari pak Brian yang dipertimbangkan dalam adSense itu adalah blog yang paling banyak views nya. Kebayangkan yang benar-benar punya waktu untuk mengembangkan kreativitas melalui tulisan, fitur tersebut bisa dimanfaatkan. 

Mengapa saya antusias sekali mempelajari part ini? Alasan pertama, saya mengajarkan Blog terhadap beberapa siswa yang mau belajar berliterasi, siswa tersebut ternyata memang sudah lama menyukai Literasi itu sendiri, malahan dia ikut bergabung di salah satu aplikasi online menulis, dia lumayan kritis dan tanggap. Karena sudah membahas blog, saya mewanti-wanti jikalau dia bertanya tentang Advense. Sementara saya pun tidak tahu. Untuk mencari tahu, sayapun tanpa ragu bertanya langsung dengan Pak Brian lewat pesan WA. Saya puas dengan jawaban beliau tapi steps nya masih di awang-awang, seperti yang PakD tulis, belajar otodidak mengutak-atik langkah yang dipersyaratkan.

Alasan kedua, Kebanyakan siswa tidak memiliki hobby menulis, dengan informasi seperti itu mana tahu ada terbersit niat untuk mulai menulis.

Alasan ketiga, siapa yang nggak mau penghasilan.  Jika bukan hari ini mungkin besok atau lusa, atau takkan pernah sama sekali. Yang penting senantiasa belajar dengan hal-hal baru.

Kebetulan sekali di Senin menulis muncul lagi informasi tentang AdSense, sayapun sengaja melakukan BW Tengah malam dan itupun hanya tiga teratas. 😀😀😀. Tulisan PakD membuat saya berhenti karena mata sudah mengantuk dan langkahnya pun masih abu-abu. Saya hanya berdoa semoga saja PakD bisa menyelesaikan tulisan part 2 nya dengan menghadirkan langkah-langkah tersebut. Bermimpi.com.

Setiap pekerjaan yang dijalani memiliki resiko yang beragam, begitupun di adSense. Salah satu resiko yang diceritakan PakD munculnya konten yang tidak layak dibaca atau dibuka anak-anak. PakD berusaha mencari jalan untuk menyikapi hal tersebut. Apakah orang lain akan melakukan hal yang sama? Entahlah. Semua hal dikembalikan kepada pribadi masing-masing. Saya baru mengerti kenapa tiap baca macam-macam konten yang muncul, kadangkala yang dibaca tidak bermanfaat sama sekali tapi konten iklan yang muncul seperti yang digambarkan PakD dan kadangkala lebih parah dari itu.

Terima kasih sudah berbagi PakD. Semoga bisa bermanfaat untuk orang lain. 











Resah Tidak Terbukti


Saya salah satu orang tua siswa, merasa sangat cemas dan gelisah akan kehadiran anak di sekolah di masa pandemi. Alasan tak lain karena takut sang anak tertular. Meskipun ketakutan muncul, tapi saya tidak bisa melarang sang anak. "Ibu besok abang sekolah" dia berkata. Saya hanya mengiyakan karena dia tidak akan terima alasan yang tidak jelas. 

Tatap mukapun berlangsung. Dengan wajah ceria dan gembira dia berlari memikul tas nya. Alangkah senangnya dirimu! Dia sangat bahagia bisa belajar bersama teman-teman meskipun tidak bertemu semua teman. Dalam hati saya hanya bisa berdoa semoga anakku baik-baik saja.

Hari demi hari silih berganti, tibalah waktunya, saya harus bekerja. Kecemasan yang sempat hadir makin menguat tapi saya berusaha berpikir positif, jangan sampai kecemasan melanda tubuh ini hingga bukan Corona yang datang tapi rasa takut berlebihan yang dapat membunuh secara perlahan. 

Rutinitaspun dimulai, saya dan teman-teman berjibaku dengan siswa-siswi, walaupun rasa cemas melanda, saya tidak bisa hanya sekedar duduk manis di depan kelas. Saya mesti keliling dan mengecek pekerjaan anak-anak. Alhamdulillah, selama tatap muka saya baik-baik saja.

Bagaimana dengan perkembangan anak saya? Apakah dia baik-baik saja? Untuk memastikan keamanannya, sayapun menjemputnya. Ternyata saya dibuat heran dan kaget. Saya terdiam ketika melihat suasana sekolah. Memang selama ini, saya hanya bisa mengantar saja, bila saya berkesempatan maka saya menjemputnya. 

Ketika tiba di gerbang sekolah, semua murid wajib dicek suhu tubuhnya kemudian dilanjutkan dengan mencuci tangan. Sekolah yang saya datangi bukan SMP ataupun SMA tapi SD. Begitu ketatnya peraturan sekolah membuat sekolah aman dari penyebaran virus corona. 

Banyak hal yang menggugah rasa, banyak hal yang bisa dipelajari dan banyak hal yang bisa dilakukan. Ketika selesai mencuci tangan, murid langsung ke kelas masing-masing. Tidak ada murid yang berkeliaran, tidak ada murid yang berkumpul, bahkan nongkrong di kantin. Mereka diingatkan membawa bekal melalui grup paguyuban, mereka diingatkan tidak membuka masker, mereka diingatkan selalu menjaga jarak. Guru kelas ikut andil dalam mendisiplinkan mereka. Mereka sangat patuh dan disiplin.

Pembelajaran di kelaspun berjalan seperti biasa, banyak kegiatan yang dilakukan. Mulai dari mewarnai, bernyanyi, menari, menonton, mengaji, bahkan belajar. Semua terlihat biasa-biasa saja. Bagaimana saya tahu aktivitas mereka? Guru kelas akan mengirimkan foto ataupun video saat mereka beraktivitas lewat grup paguyuban. Sebagai orang tua, pasti saya akan bertanya tentang apa saja yang dilakukan di sekolah. Ternyata kecemasan dan rasa takut yang muncul selama ini hanyalah rasa yang tercipta di dalam otak sehingga kerap kali muncul.

Ketika bell pulang, anak-anak bukan berlarian atau berebutan keluar kelas. Mereka tetap berada di dalam kelas ditemani guru kelas. Ada yang menyelesaikan pekerjaan mereka, adapula yang berdiskusi dengan guru kelas, dan bahkan ada yang melanjutkan pelajaran. Ketika orang tua atau wali murid menjemput, barulah mereka keluar kelas. Jadi selama berada di sekolah anak-anak hanya berinteraksi dengan guru serta teman sekelas  sehingga memutus rantai penyebaran corona.

Kondisi sekolah mereka berbeda jauh dengan kondisi sekolah kami. Jika anak-anak begitu mudahnya menurut, berbeda dengan anak belasan tahun. Kebanyakan mereka mengabaikan protokol kesehatan, padahal tiap waktu selalu diingatkan. Ketika diminta menjaga jarak, di depan kita saja bertindak, selepas itu mereka akan kembali bergerombolan. Begitu juga ketika memasang masker, banyak alasan yang dibuat-buat. Meskipun begitu, pihak sekolah tidak henti-hentinya mengingatkan pentingnya mengikuti prokes.

Akhir tahun 2021, Corona tidak lagi hangat diperbincangkan, kehadirannya mulai menghilang dan tidak ditakuti seperti dulu. Sehingga aktivitas mulai berjalan normal, meskipun demikian rasa takut tetap masih ada. 

Semoga saja di penghujung tahun ini menjadi tahun terakhir kehadiran virus corona sehingga kita bisa memulai langkah baru, membuka lembaran baru dan menjalani kehidupan baru. Harapan terbesar adalah kehidupan kembali seperti sediakala dimana ada nya kehangatan dan interaksi tanpa saling mencurigai dan saling ditakuti. 

Semoga kecemasan yang sempat menghiasi hari-hari musnah dan hilang dan diganti dengan keramahtamahan, keceriaan, serta kegembiraan akan berkumpul dan bersilaturahmi dengan teman, tetangga, kerabat, bahkan keluarga besar. Dengan begitu kehangatan yang sempat hilang datang kembali.

Saat itu sangat dinantikan seperti merindukan hujan setelah panas yang lama atau menunggu panas setelah hujan berkepanjangan. Banyak hal yang bisa didapatkan, banyak pengalaman yang diperoleh, tinggal bagaimana menata hati ke depan sehingga tetap menjadi manusia yang bermanfaat buat sesama.

Corona akan berlalu, kebiasaan akan berganti, perjalan hidup pun akan sangat berbeda. Semoga harapan dan mimpi baru hadir bersamaan dengan bergantinya tahun baru. Waspada perlu, panik no. Takut wajar, ketakutan jangan. Hiduplah sewajarnya karena masih ada yang paling tinggi di atas yang tertinggi.

Selamat tinggal corona. Selamat tidur kecemasan dan menghilanglah rasa takut dan panik, dengan begitu hidup dan langkah baru segera dimulai.


Selasa, 07 Desember 2021

The Useful of Music and Songs



Do What You Mastered
You will Succeed
Third meeting of English for Teacher presents Mr. Urip Hidayat S.Pd or Mr Urip as the speaker and Poppy Meka, M.Pd. as the moderator. The theme of the material is very interesting for the participants. It is about Learning English with Music and Songs.

Talking about music and songs make me in blue. I like music and songs but I can not sing 🤭🤭🤭🤭🤭. I like the way Mr. Urip gave warming up before starting the material. He invited all the participants to sing together. Of course this activity was fun. It can be applied in the real class not only for English class but also for whole class. You can find songs related with the topic of the material and create several kinds of task from the songs or the music. By doing this your classroom atmosphere will be more lifely and the lesson is meaningful.

Mr. Urip also told about his experiences when learning English at the first time. He tried to motivate and burn participants interest by telling how he learnt English in the past. His story was a process and stage to catch his dream. Now, you can see how great his English is!

Music and songs is a strategy which can be applied by the teacher in teaching learning process Generally.  English is one lesson can be taught through music and songs. Why music? The reason is music and songs  can influence students' soul and enthusiastic. 

Murphey in Neil says that songs are be able help young students to improve their English skills especially listening and pronunciation and potentially it can improve their speaking. Not only that, songs are also can be useful in teaching vocabularies, sentence structures, and sentence patterns without mention their reflectivity of mother tongue. The main goal of teaching English is communication, through songs teacher is be able to create good condition in persuading students to speak up.

Then Larry M. Lynch says there are nine reasons why teach English Foreign Language use songs, they are 1) Songs almost always contain authentic, natural language. 2) A variety of new vocabulary can be introduced to students through songs. 3) Songs are usually very easily obtainable. 4) Songs can be selected to suit the needs and interests of the students. 5) Grammar and cultural aspects can be introduced through songs. 6) Time length is easily controlled. 7) Students can experience a wide range of accents. 8) Song lyrics can be used in relating to situations of the world around us. 9) Students think songs are natural and fun.

It is clearly that there many advantages of using music and songs in teaching English the classroom.

In his presentation, Mr Urip also showed some tasks. The tasks were created from choice songs. Of course the teacher should be selected songs which relates with the topic or theme so the goals of aims of the lesson gained.

Thank you for interesting material, Mr. Urip. By applying music and songs in the classroom, teaching learning process will be fun and enjoyable. 


Resume: 3rd

Speaker: Mr. Urip Hidayat, S Pd.

Moderator: Ms. Poppy Meka, M.Pd.

Topic: Learning English with Music and Songs.

Day/Date: Tuesday/ December 7th 2021

Senin, 06 Desember 2021

Bayi Malang

Hati ini bagai tertusuk duri-duri hitam, tajam dan mematikan tatkala melihat seonggok mayat bayi kecil tak berdosa terbaring kaku dalam kresek hitam di pinggir danau yang menjadi tempat memadu kasih jiwa-jiwa muda yang kasmaran, masih lengkap dengan jalan makannya selama masih dalam kandungan. Siapa yang tega membuang sekaligus menghilangkan nyawa bayi perempuan tersebut? Kenapa harus aku yang melihatnya? Ya Allah, puluhan tahun menikah tapi aku belum dipercaya untuk menjadi seorang ibu. Bukan maksud hati meratapi nasib ini, tapi perempuan itu sangat kejam dan tidak berprikemanusiaan. 

Andai yang kulihat tadi masih bergerak aktif, menangis, dan bernyawa,  akan kupeluk dan kubawa pulang melengkapi kebahagiaan kami yang sedikit gersang. Meskipun suami beserta keluarga besar tidak pernah mempermasalahkan belum hadirnnya malaikat kecil bersayap dalam kehidupan kami, tapi hati dan jiwaku  terasa sangat kosong. Tengah malam yang sunyi, pekat, gelap, mencekam, dan tenang, selalu kuusapkan air yang dingin membeku ke wajahku untuk mensucikan diri sebelum menghadap Sang Kuasa.  Dalam doa kusampaikan salam untuk sang Rasul berserta keluarga dan sahabat beliau, agar segala doa yang kami panjatkan dijabbah Allah SWT.

Tidak kuhiraukan dingin nya angin malam, sambil menatap ke langit ku berdoa semoga segera diberikan rezeki.  Lolongan anjing malam yang memejamkan telinga  menyadarkan lamunan ku tentang memiliki malaikat kecil yang mungil yang selalu menghadirkan kegembiraan dan kebahagiaan. Aku kembali masuk setelah memastikan pintu terkunci. Aku benar-benar tidak bisa memejamkan mata malam ini. Mengingat kejadian pagi tadi menyisakan luka dan duka bagi diriku yang belum mampu menjadi seorang ibu. Entah wanita cantik mana yang tega membuang darah daging sendiri. Jikalau itu hasil sebuah dosa, cukup ibu nya yang berdosa. Astagfirullah, kenapa aku mesti menghakimi dan menghukum orang lain. Belum tentu aku terbebas dari dosa. Ya Allah, maafkan kelancangan mulut hambamu ini. Maafkan kesalahan hambamu yang suka membicarakan aib orang lain. Saya sadar, kesalahanku lebih besar dan lebih banyak ketimbang mereka.

Astagfirullah, apakah salah satu penyebab belum memiliki keturunan dikarenakan tidak bisa menjaga lisan? Astagfirullah, Aku harus banyak dan lebih sering beristigfar hingga terhindar dari dosa yang diciptakan sendiri.


Sabtu, 04 Desember 2021

Imperative Sentence


 
Being late is better than nothing
Okmi Astuti

Suddenly, the quote "Being late is better than nothing" comes to my mind when I am going to write my second resume this morning December, 5th 2021 while sitting on a chair in a hospital. I open and learn Ms. Ang materials.

Again and again I did not join English For Teacher Class. What was the reason? The reason was schedule EFT class was the same with schedule of my husband going to the hospital for staying. There were many things should be done. Waiting in long queue, filling in forms, and waiting for staff hospital guide. Actually, the operator of the hospital called us at eleven  in the morning. She informed us to come at four o'clock. That's why I missed the class.

I am disappointed because of missing the second meeting, eventhough my decision is not wrong. It is about choice. Then I opened  and read WhatsApp messages and starred the materials in the group. I just talked to myself, if I had enough time I would read, learn, and write a resume.

From the materials, I conclude that there are two points, first tebak kata (guessing word) and second English for teaching class: utterances and simple sentence.

What I write today is pure my thought in my imagination. 🤭🤭🤭 Starting from tebak kata (guessing word). Why did Ms. Ang give us the topic? According to my opinion, tebak kata is a way to persuade and motivate students to stay and feel save in English class. It is such a game. The game will attract students' interest and create fun and  happy class. The game makes good class atmosphere. By doing this, the students feel relax and finally positive toxic comes to their mind, English is interesting and easy to learn. Tebak kata is one of ice breaking. It is really a good way to raise the students' concentration and focus and it makes them out of their bad mood. I can imagine how interesting and active class with Ms. Ang!

The next session, MS. Ang presents materials. Starting with utterance. What is utterance? Utterance is a word, phrase, even a sentence  of someone verbally. Let's see the example below:

Situation: My father bought me a beautiful dress.
To show her thanking to the father, the daughter says:


Then, Ms. Ang comes to the second part "how is using simple sentence at the classroom" it is about imperative Sentence.
Imperative Sentence is a type of sentence to express command, request, and instruction. This material is also I have been taught to my students, if we design the lesson well, teaching learning process will be lifely and attracting. I am sure how crowded and active the class with Ms. Ang! Unlucky, I could not join the class.

Here are the examples of  utterances


Thanks for EFT Teams for sharing information, knowledge and time especially to provide this grup. It is a place where people learn English. Remember it is not only for English teacher but for those who wants to improve their English. Never left the grup eventhough you know nothing, try to find and understand it, because  I am sure one day you will get the benefit.

Thank you very much Ms. Ang for interesting materials. I am waiting to study with you other session.

We see we forget
We read we know
We do we remember.

Integrated the English skills in usage. Practice and drill, I believe you can.

Finally, I can finish my second resume without participating in the classroom. Everyone has ability to explore and share their knowledge. Everyone has different way to express her feeling. In this resume, I explore my view in my way. I know no one is perfect. Please leave comments and suggestions about my resume. Thank you. EFT is the best for all teachers.

Resume: 2nd

Speaker: Ms. Meyrisa Ang

Moderator: Mr. Nehemia Undjung

Topic: Utterances and Simple Sentence

Day/Date: Thursday/ December 2nd  2021



Kamis, 02 Desember 2021

Practice And Drill Is The Secret


Work hard is the key of success 

It is the first day of English for Teacher program. I don't join zoom meeting because two reasons. My first reason is I forget the schedule and the second I am very buzy in the hospital to take care of my husband's administration for staying. When I take a rest after arriving "Rumah Singgah", I check whatsapp messages. I am surprised because EFT programs is in progress. I join the zoom at  04.45 PM. I know I am late but I try to follow the last minutes of the programs. Ten or fifteen minutes before the zoom ends, I am sleepy. I don't know the materials of the day, because I miss everything. I just say thank you for EFT team who has sent the materials in WAG so I can read it. Eventhough I don't understand, I have effort to finish my resume.

The speaker of the program is a young-talented girl, she is  Asdin Herzegovina who called Ms. Vina. She presents about Basic English (Self Introduction). There are six points in her teaching,  they are  disclaimers, speaker's introduction, all about mindset , basic English, self introduction and practice drill. 

I start to write my resume from number three, "all about mindset" I agree with the speaker if we want change our live we have to change our mindset. Success comes  due to our work hard. To reach the success, you have to change your style of live, you have to fight, you must think what to do, you have to keep the best strategy to reach the target. Light your inner strengt, motivate yourself, be optimist and positive thinking and never compare yourself with others. If you do that, you will be yourself and you believe you can.

There are several ways to improve our ability in English both orally and written. They are word memorizing, grammar learning, English course participating, academic learning achieving, even staying abroad. Just remember, learning must be fun. Do simple activities which suit you, so it makes you learning by doing, practicing, and exciting. If you only see and hear,  you will forget, but if you do, you will remember.

Many important news deliver by her. When you want to master English you have to know and create good habit in listening, speaking, reading, and writing. The four skills will determine how far we undestan English itself. The key of mastering the four skills is practice and drill. Eventhough the focus of English lesson is  communication, we must not be  neglect the grammar.

Then, the most important lesson today is introducing self. Well, ladies and gentlemen, in this occasion, I would like to introduce myself. I am Okmi Astuti from Pangkalpinang Bangka Belitung Island. I am an English teacher. I have some hobies. They are reading novels, travelling, sports and now I try to write something in a day. Writing is become my new hobby since I joined writing class on March 2021, I made a commitment to make writing is habit and menulis sepanjang hayat. It is my Motto and spirit for myself. I have three children, abang is 8 years old, Kakak is 4 years old, and Adek is 3 years old. My husband works as teacher as well. That is my brief self introduction, thank you. 

Introducing self and others is one of English material that I must be taught at school. The students are asked to practice self and others introduction after they understand the way and know related vocabulary. They are also asked to write self introduction both in short dialogues and a text. 

Because English is a foreign language, make the students find difficulties in learning. After giving explanation, motivation, and support, they try to speak up.

I hope English for Teacher Program really help us in improving our English. Thank you PGRI, Thank you EFT teams.


Resume: 1st

Speaker: Ms. Asdin Herzegovina, A.Md.

Moderator: Ms. Leni Priska, S.Pd

Topic: Basic English (Self Introduction)

Day/Date: Tuesday/ November 30th 2021


Penerang Dalam Kegelapan

Kamis Menulis Part 2

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku 
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
S'bagai prasasti t'rima kasihku 'tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendekia
Hymne guru merupakan sebuah lagu yang di ciptakan untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru-guru yang telah mengabdikan diri nya untuk mendidik anak bangsa. Lagu ini merupakan hasil ciptaan dari seorang guru seni yang bernama Sartono.
Tiap lirik lagu mengandung magnet yang dasyat yang mampu menarik dan menenggelamkan jiwa dan rasa tiap orang. Makna lagu yang begitu dalam mampu membuat suasana sangat hening sehingga menciptakan suasana yang haru. 
Guru adalah sosok sederhana yang mempunyai tugas mengisi hari-hari siswa dengan beragam ilmu, pengetahuan, pengalaman, nilai, agama, dan attitude.  Guru dikenal cerewet karena mereka mau anak didik nya menjadi manusia yang menjunjung nilai-nilai pancasila, UUD 1945, dan mau berjuang demi keutuhan bangsa ini. 
Belajar bukan hanya sekedar duduk manis di kelas sambil mendengarkan penjelasan guru tapi belajar adalah mengalami, mencari tahu, berpikir kritis dan mampu menjadi siswa yang mampu berinovasi dengan hal-hal baru. Tugas gurulah mengarahkan mereka hingga mereka mengerti apa makna dan tujuan belajar.
Guru adalah sosok yang ramah, yang peduli dengan semua anak didik. Guru harus adil. Guru mestinya menyadari bahwa hak dan kewajiban siswa sama. Jangan sekali-kali membedakan siswa karena kecantikan, kekayaan, kedekatan, prestasi, bahkan karena hubungan keluarga. Perlakukan mereka semua sama, meskipun kemampuan mereka berbeda.
Siswa itu unik. Siswa itu sebenarnya pintar, hanya saja kita membutuhkan banyak waktu untuk memolesnya hingga menjadi sosok yang berarti dan bermakna bagi diri nya dan orang lain. 
Melalui lagu Hymne guru tersebut, semoga guru benar-benar mampu menjadi penerang dalam kegelapan, penyejuk dalam kehausan dan penyemangat dalam membangun rasa malas.
Semoga guru benar-benar mampu menggugah rasa siswa untuk bangun dari duduknya karena tenggelam dalam dunia digital. Dua tahun belajar dalam kemandirian membuat mereka semakin tidak mandiri dan bertanggung jawab padahal waktu untuk belajar lebih banyak. Mereka bebas memilih lokasi dan suasana belajar tapi tetap saja kebebasan itu disalahartikan.
Tugas berat inilah yang harus kita lakukan agar kemandirian dan kedisiplinan yang sempat terabaikan kembali hadir dalam jiwa mereka sehingga mereka mampu mengenal jati diri mereka serta mengetahui potensi terbaik yang dimiliki. Semoga tatap muka terbatas ini segera berakhir dan berganti menjadi tatap muka dan interaksi seperti sediakala.
Semoga guru mampu menjadi sosok seperti yang digambarkan dalam bait dan lirik  lagu Hymne Guru yang selalu dinyayikan dengan syahdu sehingga sosok guru takkan pernah hilang dari kenangan anak-anak didik dan juga sejarah. 
Teruslah berkarya guru, karena engkau adalah cahaya yang menerangi jiwa-jiwa yang haus kasih sayang dan cinta kasih. Engkaulah tempat mereka datang dan mengadu dan Engkaulah yang mampu membimbingnya hingga dia sadar akan jalan terbaik untuk dilewati.

Selasa, 30 November 2021

Meskipun Berbeda Kita Tetap Satu


Guru adalah sosok pejuang dan pahlawan di bidang pendidikan yang akan mengabdi selama puluhan tahun untuk mencerdaskan putra putri Indonesia. Dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 15 tahun 2018 tentang pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dijelaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memulai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Apapun organisasi yang berhubungan dengan guru tidak akan pernah menghambat tugas utamanya. Perbedaan memang biasa tinggal bagaimana individu masing-masing guru memilih dan percaya dengan organisasi pilihannya. Tidak ada aturan yang mengharuskan memilih organisasi tertentu karena guru bukan partai politik dan juga bukan dipilih melalui pemilihan umum. 

Sebagai contoh, dari kecil kami sudah mengenal organisasi guru PGRI dan KORPRI karena almarhumah mak (ibu) dan abak (bapak) berprofesi sebagai guru. Organisasi tersebut melekat sampai saya sendiri dan beberapa anggota keluarga lain berprofesi sebagai guru. Sementara organisasi guru lainnya baru terdengar ketika mulai dewasa. Saya berprinsip jika saya sudah memilih satu organisasi maka saya akan berpegang teguh pada organisasi tersebut terlepas terkenal atau tidak nya organisasi tersebut. Bagi saya pribadi, selama guru tersebut berada di wilayah NKRI,  pastilah tugas nya sama meskipun dalam naungan organisasi yang berbeda.

Kita harus mengingat akan semboyan Bhineka tunggal ika meskipun berbeda tapi kita satu. Keberagaman itulah yang sebenarnya menjadi kekayaan hakiki bangsa ini. Keberagaman itu tidak boleh dijadikan alasan untuk memecahkan keutuhan negara ini. Begitu juga dengan profesi guru. Kita harus bersatu padu untuk mencerdaskan anak bangsa bukan bersaing demi memperebut tonggak kepemimpinan dengan mengatakan organisasinya lebih hebat dari organisasi lain.

Marilah kita kembali kepada tujuan awal yaitu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. Mari Kita bersama-sama duduk dan berbagi tentang hal-hal baru, temuan baru yang sangat berarti di dunia pendidikan. Jauhkan ego dan tujuan yang ingin menjatuhkan pihak lain dengan cara menyebar hoax, bukankah tugas kita adalah mencerdaskan anak bangsa.

Guru dikenal dengan sosok yang cerdas, berpikir logis, kreatif, inovatif, dan penuh dengan ide dan temuan baru. Mari kita buktikan pada dunia bahwa pendidikan di Indonesia tetap berkualitas. Bagaimana cara nya? Tentu saja dengan melahirkan peserta didik yang kompeten dan berkualitas baik softskill maupun hardskill nya sesuai dengan keahlian dan bakat yang dimiliki.

Sekilas mari kita renungkan lagu Hymne guru. Lirik nya yang penuh makna mampu meluluhlantakkan hati dan sanubari kita. Betapa dasyat kandungan bait atau kalimat yang diciptakan karena guru adalah garda terdepan dan profesi yang sangat mulia dalam melahirkan generasi-generasi tangguh, pintar, spiritual, intelektual, dan hebat.

Semua guru menginginkan yang terbaik untuk peserta didik. Akan tetapi kondisi real di lapangan menuntut guru harus memutar kepala nya agar proses pembelajaran menyenangkan dan menarik. Kadang-kadang teori berbeda jauh dengan praktek di lapangan. Tapi guru berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk anak didiknya.

Guru sebagai manusia biasa juga sering menemui kendala dalam proses pembelajaran. Kendala yang ada tidak menghambat diri nya untuk terus berkarya tapi kendala tersebut dijadikan temuan baru yang harus dicari solusinya.

Guru punya hati. Guru pun juga punya ego. Sebagai manusia biasa dia pun ingin bahagia dengan profesi yang diembannya terutama dalam proses pembelajaran itu sendiri. Dia berusaha menggunakan hati untuk melakukan pendekatan dengan peserta didik agar mereka sadar akan hak dan kewajiban sebagai peserta didik.

Kebahagiaan terbesar bagi guru adalah melihat betapa tulusnya senyuman anak didik ketika belajar, betapa antusias nya mereka menerima pelajaran, betapa aktif nya mereka bertanya dan berdiskusi. Kegembiraan tampak dari raut wajah mereka, keingintahuan melahirkan hal baru, serta betapa menyenangkan mereka berinteraksi dalam pembelajaran.

Guru akan senantiasa belajar dan mengembangkan potensi dan kompetensi nya untuk terus membenahi kemampuan dan pengetahuan nya sehingga menjadi guru yang selalu dirindukan oleh siswa. Bukan dirindukan tidak datang ke sekolah tapi dirindukan kehadiran nya di kelas. Semoga kita mampu mewujudkan mimpi seperti itu sehingga guru benar-benar menjadi sosok yang inspiratif, memotivasi, dan selalu dinanti kedatangan nya.

Semoga guru mampu menjalankan  semboyan yang dilahirkan oleh bapak pendidikan Indonesia yaitu bapak Kihajar Dewantara, "Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Guru harus mampu menjadi figur dan panutan bagi anak didik. Guru juga harus mampu menyemangati, memotivasi, mendorong,  membangun dan menggugah semangat peserta didik untuk selalu berpikir positif dan berinovasi  dalam berkarya. Serta guru harus memberi dorongan agar siswa senantiasa melakukan hal-hal yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Dengan demikian anak didik akan merasakan bahwa pendidikan penting untuk masa depan mereka. Dengan begitu mereka belajar bukan karena keterpaksaan dan ikut-ikutan tapi mereka belajar karena kebutuhan akan menjadi seseorang yang bermanfaat baik untuk diri sendiri, keluarga,  masyarakat, lingkungan, bahkan untuk bangsa dan negara.




Senin, 29 November 2021

Jembatan Literasi


Flyer  Sosialisasi dan Seleksi Program Nasional 1000 Guru Motivator Literasi bulan Agustus 2021 bersama Forum Indonesia Menulis (FIM) membuat jiwa dan raga ini meronta untuk bergabung dan berpartisipasi. Beberapa kali pendaftaran dilakukan dengan membuka link yang disediakan tapi selalu tidak berhasil. Ada-ada saja kendala yang muncul; kendala yang pertama link tidak bisa dibuka. Beberapa kali mencoba membuka link tetap saja tidak bisa. Kendala kedua takut terjadinya kesalahan dengan link yang disebarkan sehingga tidak connect sama sekali. Kendala ketiga yang sangat tidak mungkin terjadi adalah habisnya kuota internet. Padahal quota baru diisi. Menyerah adalah salah satu solusi. Saya berhenti sampai di situ dan  akhirnya keinginan pupus di tengah jalan. Mimpi ingin menjadi guru motivator literasi gagal total.

Hari silih berganti, semua mimpi juga ikut sirna dan tenggelam dalam kesibukan. Memang saat ini kesibukan hari-hariku sangat padat. Di sekolah saya harus berprofesi sebagai guru profesional, apapun masalah yang ku hadapi tidak boleh mempengaruhi pekerjaanku. Sementara di rumah, saya harus sibuk dengan segala pekerjaan rumah tangga dan anak-anak. Meskipun ada yang menjaga dan merawat mereka, aku tidak sepenuhnya bebas. Ketika berada di rumah, anak-anak akan mengelilingiku. Mereka tidak mengerti jikalau ibu mereka sangat capek dan lelah. Mereka hanya butuh perhatian dan kasih sayang karena sering ditinggalkan. Kadang-kadang emosi sangat labil sehingga merekalah sasarannya. Padahal itu sebenarnya tidak boleh terjadi tapi sebagai manusia saya bukanlah  manusia yang sempurna.

Kesibukan lainnya yang menyita waktu dan perhatian adalah kondisi suami yang sakit. Sakit suami bukan sakit biasa; demam, batuk, flu, atau sakit biasa lainnya. Sakit suami membutuhkan penanganan yang benar terutama dalam menjaga nutrisi dan makanan beliau. Penyakit suami adalah penyakit yang suatu waktu bisa merenggut nyawa nya. Untuk pengobatan suami, kami harus ke luar kota dan meninggalkan anak-anak. Saya tidak mengeluh dengan kondisi ini. Saya terkadang hanya kelelahan sehingga emosi sangat labil. Semoga saja ada harapan dan hari cerah sehingga suami bisa sembuh dan diangkat penyakitnya. Semoga saja yang pernah membaca tulisan ini ikut mendoakan supaya suami saya diangkat penyakit nya oleh Allah SWT dan kembali normal.

Menulis menjadi salah satu obat untuk menghilangkan kesedihanku. Ketika menulis semua rasa yang tersimpan seakan keluar sehingga aku larut dalam tiap tulisan yang ku tulis. Dengan menulis, aku mengurangi waktu untuk menangis dan meratap. Dengan menulis aku bisa mengungkapkan semua isi hati. This is my way to solve my sadness. Satu hari sebelum hari seleksi guru Motivator Literasi tersebut, tiba- tiba salah satu guru sekaligus teman sekantor kembali mengirim ulang flyer Sosialisasi dan Seleksi Program Nasional 1000 Guru Literasi Motivator 2021. Niat ikut serta yang sudah padam karena mengalami kegagalan dalam melakukan pendaftaran di awal pengumuman kembali terlahir dan makin  panas. Hati serasa terbakar dan meronta ingin ikut kembali. Dengan niat yang tulus dan menggebu-gebu, saya kembali mencoba mendaftar. Pikiran saya saat itu, "Jikalau pendaftaran kali ini tidak berhasil maka, program tersebut benar-benar bukan jodohku.”  Malam sebelum sosialisasi dimulai, saya membuka google dan mengetik alamat link pendaftaran yang tertera di flyer tersebut. Saya sempat mengira jikalau usaha saya tidak akan berhasil dan akan sia-sia. Ternyata link yang saya buka merespon. Entah berapa kali saya mengucap hamdalah dan rasa syukur kepada Allah SWT atas izin-Nya link pendaftaran terbuka.

Di saat yang sama, suami meminta saya untuk mematikan lampu karena mata beliau terasa silau dan sakit sehingga beliau lebih menginginkan suasana gelap. Saya paham akan maksud beliau. Dengan izin beliau, saya meminta waktu sebentar untuk menyelesaikan pendaftaran tersebut.  Saya pun membaca dengan seksama tiap perintah yang diberikan dan mengisi formulirnya  dengan teliti dan hati-hati untuk menghindari kesalahan. Setelah memeriksa dan memastikan  semua jawaban akhirnya saya mengirimkan formulir pendaftaran tersebut. Kali ini saya tidak boleh gegabah karena  Ini adalah pendaftaran dan kesempatan  terakhir karena acara Sosialisasi dan Seleksi Program Nasional  1000 guru motivator Literasi  2021  diadakan besok pagi. Setelah pengiriman berhasil, saya tak henti-henti nya tersenyum dan kembali bersyukur kepada  Tuhan Sang Kuasa karena jikalau tanpa izin-Nya, aku tidak bisa bergabung dan ikut dalam program tersebut.

Malam itu memiliki makna yang berbeda, karena malam itu akan menjadi sejarah baru bagi saya terlibat langsung dalam persaingan dan kompetisi tingkat nasional. Meskipun saya baru di dunia kepenulisan, tidak membuat keberanian mencoba tantangan baru sirna. Memang benar akhir Maret 2021 merupakan awal perjuangan diriku mulai belajar menulis, meskipun masih baru dan belum memiliki apa-apa tidak membuat aku rendah diri dalam bersaing. Aku harus mencoba tantangan yang lebih berat untuk menguji keseriusanku dalam dunia menulis. Meskipun aku bukan pujangga, bukan juga penyair, apalagi penulis ternama, tidak membuat aku gentar untuk melangkah. Aku akan mencoba dan memberikan yang terbaik semampu yang ku bisa. Malam itu menjadi bukti kesungguhanku dalam  menulis dan malam itu juga mental seorang penulis hinggap di dasar sanubari terdalam.

Bagi saya pribadi mengikuti ajang ini adalah sebuah mimpi, mana mungkin saya terpilih jikalau saya adalah baru belajar menulis dan belum memiliki pengalaman yang berarti dalam bidang menulis. Tapi dengan tekad dan semangat saya memberanikan diri ikut dalam ajang tersebut. Jikalau berhasil maka ini akan menjadi langkah yang harus saya emban ke depan nya, bagaimana saya mengajak, merayu dan menarik siswa, teman-teman bahkan semua warga sekolah untuk mulai menulis dan membudayakan Literasi di sekolah. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita punya niat dan tekat untuk melakukan nya.  Semangat itulah yang membuat saya berani ikut Sosialisasi dan Seleksi guru motivator Literasi tersebut.

Jikalau saya tidak terpilih, juga tidak masalah bagi saya, yang penting saya telah mencoba dan memberikan yang terbaik. Satu hal yang harus saya ingat adalah berani mencoba meskipun gagal. Saya tidak ingin menyesali sesuatu yang ingin saya lakukan tapi tidak berpartisipasi di dalam nya sehingga akhirnya penyesalan yang ada. Menang atau kalah dalam permainan adalah hal yang wajar, yang terpenting kita harus bisa dan mampu menyikapi kemenangan dan kekalahan itu sendiri. Hal yang paling penting yang ingin saya peroleh adalah pengalaman, pengetahuan, dan ilmu baru yang melibatkan dunia kepenulisan.

Saya sadar kalimat yang saya ciptakan tidak romantis dan tidak seindah penulis hebat dan terkenal tapi saya percaya dengan kemampuan dan penalaran saya, meskipun tulisan yang saya hasilkan biasa saja bagi orang lain tapi sangat istimewa bagi diriku. Aku bukan penulis tapi aku berani menuliskan kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, dan akhirnya paragraf menjadi sebuah cerita. Kemajuan inilah yang patut aku syukuri. Aku yang awalnya ragu dan canggung menulis akhirnya berani menulis. Bagiku pribadi ini adalah awal dan langkah besar dalam berkarya.  Pramoedya ananta Toer berkata, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”  Kata bijak tersebut mampu menggerakkan hati untuk terus menulis. Membagi waktu memang sulit, apalagi kita perempuan, karena semua bermula dari niat maka ada saja jalan dan waktu untuk terus menulis.

Sabtu 15 Agustus 2021 jam  07.30, saya sudah stand by dan bergabung dengan ribuan pendaftar lainnya untuk mengikuti acara sosialisasi dan seleksi Program Nasional 1000 Guru Motivator Literasi. Acara dipandu oleh kak Ria Irawan yang sekaligus bertugas sebagai MC. Meskipun dilaksanakan secara daring, acara tersebut serasa hidup. Apalagi ketika Fakhrul Ar-Razi  founder Forum Menulis Indonesia, penulis 17 buku best seller dan sekaligus sebagai Motivator Literasi Indonesia versi perpustakaan Nasional RI menyampaikan visi GML menuju Indonesia sebagai kiblatnya Literasi dunia. Cara nya tidak lain adalah dengan menghidupkan budaya literasi di sekolah menuju Sekolah Literasi Nasional. Bagaimana cara nya mengajak dan menghimbau semua warga sekolah untuk produktif menulis dan menghasilkan karya.  Cara nya adalah dengan bergabung bersama Guru Motivator Literasi. 

Apa itu Guru Motivator Literasi? Farkhrul Ar-Razi mengatakan bahwa Guru Motivator Literasi adalah program pengembangan literasi dengan berfokus pada produktivitas karya yang bertujuan menjadikan guru sebagai penulis yang memiliki tugas untuk mensosialisasikan dan menggerakkan budaya literasi  sehingga semua warga sekolah menulis. Dengan produktif menulis akan membawa sekolah menuju Sekolah Literasi Nasional.

Acara yang saya ikuti benar-benar serius. Jadwal yang telah disusun dengan seksama berjalan dengan lancar. Meskipun Secara virtual, antusias peserta di luar perkiraan. Pendaftar yang ikut juga membludak, target awal 1000 peserta ternyata yang mendaftar 6000an peserta. Saya tidak menyesal bisa bergabung di ajang ini. Apakah saya sepenuhnya fokus pada acara sosialisasi ini? Jawaban nya tidak. Saya mengikuti sosialisasi ini sambil menemani dan merawat suami yang sakit. Karena menggunakan HP dan headphone, saya juga bisa merawat suami sekaligus. Saya sudah mempertimbangkan dengan matang resiko dan efek yang akan saya temui nantinya. Suami tidak keberatan dengan keaktifan saya, yang terpenting saya bisa menjaga kesehatan sehingga terhindar dari down. Maklum, kesibukan saya belakangan ini luar biasa sekali sehingga saya benar-benar harus Fit. Saya akan selalu mengingat pesan suami. Jika saya merasa sanggup maka saya akan berpartisipasi jikalau saya tidak sanggup maka saya akan mundur. Banyak alasan membuat saya ingin melibatkan diri dalam ajang pengembangan potensi diri.

Ternyata untuk lolos seleksi tidak main-main.  Semua peserta diwajibkan membuat sebuah tulisan berupa artikel dalam jangka waktu  7 hari yang dimulai dari tanggal 16 Agustus sampai tanggal 22 Agustus. Saya sempat pesimis awalnya, apakah saya sanggup membuat karya tulis dalam waktu yang singkat. Meskipun tantangan ini berat, tidak membuat diriku mundur atau berhenti melangkah. Saya bisa dan harus bisa karena saya percaya saya bisa.  Kata-kata itulah yang terus menyemangati diriku. Tugas saya selanjutnya adalah memikirkan judul dan tulisan yang akan saya angkat. Masa pandemi ini membuat pergerakan guru dan siswa terbatas. Tulisan yang akan saya tulis nantinya  harus benar-benar mempunyai rasa dan roh sehingga menarik untuk dibaca. Saya harus memiliki strategi dan karya yang benar-benar bisa menyentuh hati pembaca.

Acara belum berakhir, satu PR sudah menunggu. Saya benar-benar harus berkomitmen untuk mengikuti ajang ini sampai selesai. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi tapi kita harus siap dengan segala kemungkinan. Setelah memberikan secara rinci apa yang harus kami lakukan nantinya, kak Fakhrul pun menutup sesinya. Masih banyak yang harus disiapkan agar bisa lolos di ajang ini.

Sesi berikut nya kami berjumpa dengan Coach Aswan. Beliau juga seorang penulis, mentor, dan manajer Program Guru Motivasi Literasi. Saya sangat suka dengan motto beliau, “Tumbuh berkembang dengan karya. Bermanfaat untuk dunia” Wow! Memukau sekali kalimatnya. Sesi inilah tugas Guru Motivator Literasi makin jelas.

Jika kami lulus seleksi program nasional guru motivator literasi ini, kami harus mengemban tugas untuk menjalankan amanat yang tertera di dalam guru motivator literasi yaitu melakukan sosialisasi kepada semua warga sekolah untuk memulai menulis. Program tersebut adalah melakukan wisata literasi siswa, wisata literasi guru dan wisata literasi kepala sekolah. Itulah tugas pokok guru motivator literasi mewujudkan sekolah literasi nasional.

Mendengar tugas pokok tersebut membuat saya bertanya dalam hati, “Apakah mungkin siswa, guru, dan kepala sekolah mau menulis?” Pertanyaan ini tidak perlu saya jawab karena langkah ini adalah langkah ke depan jikalau saya dinyatakan lolos seleksi.

Senin, Selasa, Rabu terlewati begitu saja. Saya belum mempunyai tema artikel yang akan saya pertaruhkan untuk lolos atau tidak nantinya. Saya belum mau ambil pusing, karena saya masih sibuk dengan pekerjaan lainnya. Kamis malam,  tiba-tiba saya mendapat gambaran apa yang akan saya tuliskan tapi saya belum menemukan judulnya. Saya mulai menulis dan terus menulis. Saya berusaha mengaitkan antara ide pokok dengan kalimat pendukung. Saya juga berusaha mengaitkan antara satu paragraf dengan pragraf lainnya sehingga menjadi tulisan yang menarik. Ketika otak buntu, saya berhenti menulis. Kemudian saya kembali ke kalimat yang sudah tercipta. Di situlah saya mulai mengedit, menambahkan dan mengurangi kalimat, kata ataupun prasa yang tidak cocok pada masing-masing kalimat.

Saya membaca berulang-ulang tiap paragraf hingga muncul ide-ide baru yang terlewatkan. Yang saya tulis adalah pengalaman yang pernah saya alami sebagai guru mata pelajaran sekaligus sebagai wali kelas. Sehingga jadilah artikel saya yang berjudul, “Pendekatan Wali Kelas Terhadap Siswa-Siswi Yang Memiliki  Hasrat dan Motivasi Rendah dalam  Belajar” Tulisan ini bisa selesai hanya dalam dua hari. Pencapaian yang luar biasa buat saya. Saya mampu menyelesaikan sebuah artikel dalam waktu yang singkat. Ini menjadi bukti nyata bagi saya, jika memang ada niat, segala sesuatu yang dilakukan akan terasa mudah. Harapan saya adalah semoga artikel yang saya tulis mampu menarik hati para juri sehingga terpilih dan lolos seleksi. Tugas berikutnya adalah saya membaca dan memeriksa terakhir kalinya, siapa tahu masih ada tanda baca yang kurang, kata yang tidak baku, ataupun tata bahasanya tidak tepat. Setelah merasa yakin semua dan sudah sesuai prosedur, saya pun mengirimkan naskah/artikel saya melalui Link yang disediakan.

Alhamdulillah, satu langkah terselesaikan dengan baik. Tinggal menunggu hasilnya. Saya terus berharap jikalau tulisan saya lolos seleksi. Hari yang ditunggu pun akhir nya datang. Tanggal 26 Agustus 2021 keluarlah pengumuman guru motivator literasi yang dianggap lolos dan maju untuk tahap berikutnya. Alhamdulillah, nama saya dengan asal sekolah yang sama dinyatakan salah satu peserta yang lolos seleksi. Ternyata yang lolos lebih dari 1000. Alhamdulillah saya tergabung dalam Guru Motivator Literasi Grup C. Saya tiada berhenti menyebutkan Asma Allah SWT. Berkat rahmat, angerah, dan izin-Nya lah akhirnya perjuangan saya membuahkan hasil.

Tantangan saya ke depan nya adalah mengikuti training of coach selama dua hari, dari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore. Jika semua orang, hari Sabtu dan Minggu menghabiskan waktu dengan keluarga, berbeda dengan saya. Saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai sehingga benar-benar mendapatkan hasil yang terbaik. Baik untuk diri saya secara pribadi, maupun untuk semua warga sekolah. Target akhir saya adalah berhasil mengajak siswa, guru, dan kepala sekolah menulis. Meskipun sulit, saya harus patahkan tantangan itu.

Semoga tulisan saya yang sangat sederhana ini, mampu menginspirasi dan memberi motivasi untuk kita semua agar mulai menghidupkan budaya literasi di sekolah. Saya sendiri menamakannya Jembatan Literasi karena diberi kesempatan untuk mulai berkarya lewat tulisan. Pilihlah jalan terbaik sehingga menulis menjadi habit. Jika bukan kita yang memulai, siapa lagi yang bisa kita harapkan. Tiada kata susah jikalau kita mau memulai karena kendala utama menulis adalah mulai menulis itu sendiri. Sebaik apapun ide, pemikiran, dan temuan serta inovasi jikalau tidak dituliskan tidak bermakna. Mari jadikan pemikiran-pemikiran baru dalam bentuk tulisan sehingga kita akan dikenang sepanjang masa. Mari kita mulai berkarya dalam betuk tulisan sehingga kita akan dicatat sejarah dan karya kita akan abadi selama nya. 

 

 

Kamis, 25 November 2021

Perayaan HUT PGRI Dan Guru ke 76 di SMKN 3 Pangkalpinang

Guru...

Jiwamu suci bagai cahaya mentari yang selalu menyinari dunia

Kehangatanmu sangat berarti bagi jiwa-jiwa yang haus kasih sayang

Engkaulah pelita sepanjang masa

Yang akan selalu bersinar meskipun dalam kegelapan


Selamat hari ulang tahun  PGRI dan guru ke 76, semoga kebaikan mu membawa mu ke surgaNya suatu masa nanti.

Sebelum upacara hari guru

Perayaan Hari Ulang Tahun PGRI dan Guru di SMKN 3 Pangkalpinang hari Kamis 25 November 2021 sangat meriah. Kemeriahan ini di luar predeksi. 

Acara pertama adalah pelaksanaan upacara bendera dimana guru bertindak sebagai petugas. Upacara berlangsung sangat khidmat, sehingga suasana sangat haru terlebih ketika pembina memberikan amanat yang sangat menyentuh hati dan jiwa kami. Beliau menceritakan bagaimana sejarah terbentuknya PGRI 76 tahun yang silam. Amanat beliau diakhiri dengan istilah  "Jasmerah" Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Keharuan yang tidak disangka adalah ketika pembacaan doa. Air mata berlinang meratapi dosa ketika doa untuk orang tua didengungkan. Semoga mereka di Surga.

Acara kedua adalah persembahan siswa yang mengadakan aneka ragam lomba. Sebelum perlombaan dimulai, kegiatan diawali dengan pelepasan balon ke udara yang dilanjutkan dengan persembahan spesial  siswa-siswi. Ternyata di tengah-tengah persembahan tersebut, terjadilah perkelahian antara siswa, ketika semua guru melerai peristiwa tersebut, belum sempat saya melangkah, saya melihat kesibukan dan mendengar ucapan mereka "Cepat" ternyata mereka berhasil melakukan frank. Saya hanya bisa mengabadikan Frank tersebut lewat foto, mestinya saya membuat video. Mungkin salah satu efek dari kepanikan tadi.

Ketika perhatian guru teralihkan, mereka berkarya.

Acara berikutnya adalah lomba dimana guru dan siswa dilibatkan. Lomba pertama adalah balap kelereng yang dibagi menjadi 3 kloter. Saya sangat merasakan keseruan acara hari ini. Melihat rekan-rekan guru berlomba menjadi pemandangan yang tidak biasa. Perut seakan kram karena kelucuan tingkah mereka. Pipi seakan kaku, dan suara menjadi serak. Yang sangat mengherankan saya adalah meskipun terik matahari sangat panas, tidak menghilangkan semangat guru-guru. Peristiwa yang takkan terlupakan sampai kapanpun.

Keseruan yang paling kocak abis adalah ketika lomba joget balon berpasangan. Siapa yang menyangka ternyata kekompakan dan kegesitan guru melebihi jiwa-jiwa muda. Semua tenaga dan energi dikerahkan sepenuhnya untuk memenangkan lomba. Keseruan terakhir adalah lomba makan kerupuk. Setelah rentetan acara dilalui dengan meriah, penuh canda dan tawa, tibalah di acara penghujung yaitu pemotongan tumpeng. Alhamdulillah, acara hari ini berjalan dengan sangat luar biasa. Semoga acara seperi ini terus diadakan di tahun-tahun mendatang sehingga terciptanya keakraban dan mempererat tali silaturahmi.

Terima kasih anak-anak tercinta yang telah meninggalkan kenangan termanis dan terindah bagi guru-guru. Ambillah hikmah positif  dari peristiwa hari ini sehingga kalian semakin baik ke depan nya. Terima kasih telah menghiasi sejuta tawa hari ini. Semoga mimpi kalian akan terwujud nanti. Aamiin.

                                                         Keseruan guru2 balap kelereng




Rabu, 24 November 2021

Gubernur Hadir Edotel Siap Beroperasi

Bapak Gubernur bersama Guru 

Slogan "Gubernur Hadir Edotel Siap Beroperasi" akhirnya bisa terpasang di SMK Negeri 3 Pangkalpinang, Rabu 24 November 2021. Kedatangan Gubernur pagi ini disambut dengan meriah oleh seluruh warga sekolah. Mimpi SMKN 3 Pangkalpinang yang selama ini sering terawang-awang akhirnya menemui takdir.

Setelah sampai di SMK Negeri 3, Bapak Gubernur langsung melangkahkan kakinya dengan menyapa dan berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa yang kebetulan menjadi pagar betis di sepanjang jalan menuju Edotel. Karena keramahan dan keakraban beliau, siswa dengan santai dan sedikit malu mampu menjawab pertanyaan yang diajukan.

Setelah berinteraksi dengan beberapa siswa, sampailah beliau di area  kantor ticketing dan display room of fashion, di sanalah interaksi dan komunikasi bapak Gubernur dengan kepala program dan guru  terjadi. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan terkait pengetahuan yang didapatkan oleh siswa. Alhamdulillah, Kepala Program perhotelan bisa menjelaskan secara detail. Setelah berinteraksi dengan guru, Bapak Gubernur langsung melanjutkan perjalanan menuju ruang kepala sekolah. 

Di ruang tersebut, Kepala Sekolah mempresentasikan  sebuah alat komunikasi baru yang bisa memantau semua aktivitas yang terjadi di dalam kelas baik selama proses pembelajaran berlangsung maupun tidak. Kepala sekolah bukan hanya sekedar memantau tapi juga langsung mengambil alih ruang kelas ketika guru berhalangan datang, tujuannya bukan untuk mengganti atau menghukum guru yang bersangkutan tapi untuk mendisiplinkan dan menenangkan siswa agar tetap fokus mengerjakan tugas yang diberikan. Alat tersebut dinamakan switch board PABX yaitu Private Automatic Branch Exchange.

Selanjutnya, Bapak Gubernur diarahkan  menuju ruang praktek boga, kebetulan hampir tiap hari ada kelas yang belajar praktek memasak. Tentu saja kehadiran beliau menjadi momentum yang tak terlupakan oleh warga SMKN 3 terutama siswa-siswi yang berkesempatan berkomunikasi secara langsung. 

Tidak berhenti sampai di sana, perjalanan dilanjutkan menuju Edotel yang menjadi salah satu tujuan utama kedatangan beliau. Setelah meninjau dan mengobservasi edotel, Bapak Gubernur langsung diarahkan menuju  service room. Di sini Bapak Gubernur diservice oleh beberapa siswa, salah satu nya Muslimah yang ikut LKS tingkat Nasional tahun 2021. Sambil menikmati secangkir kopi dan makanan ringan, Bapak Gubernur kembali berinteraksi dengan siswa sekaligus guru pembina yang bertanggung jawab terhadap ruangan ini.

Moment hari ini tidak akan mudah dilupakan oleh warga SMKN 3 Pangkalpinang karena sejarah seperti ini tidak akan terulang dan sangat langka terjadi. Hal yang akan selalu diingat adalah sikap ramah dan kebapakan beliau ketika berinteraksi dengan siswa ataupun guru yang ditemui. 

Beliau tidak segan-segan mengingatkan kami para guru untuk mengajar dengan hati nurani. Beliau sempat berkata, "Siswa bukan anak kita, tapi perlakukan mereka seperti anak sendiri" Kalimat tersebut sangat berarti buat kami para guru karena  kalimat tersebut sangat sesuai dengan slogan dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional ke 76 tanggal 25 November  2021 yaitu "Bergerak Dengan Hati Pulihkan Pendidikan" 

"Pendidikan bukan semata mengajarkan pengetahuan tapi bagaimana membentuk karakter siswa," lanjut beliau. Saya sangat sependapat dengan beliau karena belajar bisa dimana saja, tapi yang paling sulit dilakukan adalah bagaimana membentuk karakter siswa sehingga mereka bisa menjadi siswa yang berkarakter pancasila. Sulit? Sangat sulit. Selagi ada usaha dan niat serta pendekatan terhadap siswa, semoga saja mereka bisa menyadari nya secara perlahan karena segala sesuatu butuh proses.

Semoga kedatangan Bapak Gubernur bukan hari ini saja, tapi berkesinambungan sampai Edotel beroperasi kembali sampai menemui dan mengulangi masa keemasan kembali seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu. 

Kami seluruh warga SMKN 3 Pangkalpinang, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung, berinteraksi dengan siswa-siswi dan guru, serta  berkenan memberikan perhatian, nasehat, dan saran yang bersifat positif untuk kemajuan SMK Negeri 3 Pangkalpinang ke depannya. Semoga Sumber daya manusia baik guru maupun siswa meningkat terus menerus baik softskill maupun hardskill sehingga terwujudnya siswa yang kompeten di bidang masing-masing serta guru yang professional.


Bawa selasih dan buah anggur

Mangga dipetik dengan bergaya

Terima kasih bapak Gubernur

Semoga SMKN 3 makin jaya 


Pangkalpinang, 24 November 2021

Okmi Astuti

Selasa, 23 November 2021

Terima Kasih Guruku

 Guruku yang hebat

Terbuat dari apa hati mu?

Kau begitu tulus mendidik dan menasehati kami

Tak kau hiraukan wajah mu yang pucat

Keringat dinginmu menetes 

Dan tubuh lemah mu semakin tak bertenaga

Di hati mu cuma ada 

Anak didik menunggu mu di kelas


Guruku yang luar biasa

Terima kasih untuk semua sentuhanmu

Engkau marah tapi mendidik

Engkau cerewet tapi mampu membentuk kepribadian kami

Tak sekalipun Engkau berniat menyakiti apalagi melukai kami


Guruku yang bijaksana

Ungkapan seperti apa yang pantas kami sematkan untukmu 

Naluri kepemimpinanmu mampu meluluhkan hati keras kami

Kelembutanmu mampu menyadarkan kesalahan kami

Jiwa dan hatimu seakan tercipta untuk anak didikmu


Guru Terbaikku

Terima kasih untuk segala perjuangan mu

Terima kasih untuk semua didikan dan kasih sayangmu

Hingga kami mampu meraih mimpi dan cita 


Terima kasih guruku

Kan kami kenang segala budi baikmu

Semoga Tuhan selalu menjagamu

Hingga Engkau dikenang sepanjang masa


Pangkalpinang, 23 November 2021

Minggu, 14 November 2021

Manusia berencana Tuhan memiliki ketetapan-Nya

Tak seorangpun mampu melawan kehendak dan takdir-Nya. Sejauh mana pun bersembunyi apa yang telah diterapkan pasti terjadi. Melihat di sekeliling tempat berteduh saat ini, membuat kami tetap bersyukur, ternyata masih ada orang lain yang ujiannya lebih dasyat dari kami.

Kita diberikan kesempatan untuk bernafas, kesehatan, serta nikmat agar bisa bertahan hidup. Kadang kita suka lupa bahwa hidup ini hanya sebentar. Kita juga sering lupa jikalau kita sedang menumpang sehingga sewaktu-waktu kitapun akan dijemput Nya kembali.

Tiada guna meratapi hidup yang singkat ini, berjuang, Berperang, dan berusaha untuk menjadi lebih baik adalah cara yang baik agar tetap bersyukur. 

Melangkah menuju kebaikan sangat sulit dilakukan, tapi usaha harus tetap dilakukan agar biasa bermanfaat buat sesama. 

Sebagai seorang ibu dan istri, saya benar-benar harus siap siaga. Sewaktu-waktu bom akan segera meledak sehingga saya harus mampu mengatasi semuanya. 

Jika saya terlihat kuat, itu hanyalah sebuah topeng agar saya bisa melalui hari demi hari tanpa ingin meratapi ataupun menangisi keadaan saat ini. Belum selesai ujian pertama, Tuhan menguji dengan ujian yang lain, belum selesai kedua ujian tersebut, saya diuji dengan ujian berat lainnya. 

Apa yang akan terjadi jikalau saya hanya menangis, bersedih, dan bahkan tidak kuat? Semua yang dibangun selama ini akan hancur dan tidak bersisa. Kekuatan dan kesabaran yang kumiliki datang Nya juga dari Allah SWT. Jikalau tanpa izin-Nya, Aku juga tidak berdaya.

Saya hanya bisa menjalani skenario yang telah ditetapkan-Nya untukku, moga saja apa yang dititipkan saat ini memberi hikmah yang sangat luar biasa untuk Kami sekeluarga ke depannya. Takkan lari gunung dikejar, takkan hilang rezeki yang di titipkan untuk kami.

Kami hanya disentil sedikit saja untuk menguji sejauh mana kami berterima kasih dan bersyukur atas segala nikmat yang telah dititipkan kepada kami selama ini. 

Semoga kami sekeluarga terutama saya, selalu sehat dan kuat dalam menjalani semua tahapan ujian yang telah ditetapkan-Nya. Semoga kami menjadi orang-orang yang selalu bersyukur akan segala nikmat-Nya. Aamiin.


Gadis pemalu dan sederhana kelahiran 41 tahun yang silam telah memilih tambatan hatinya "guru" sebagai profesi utama dalam nengaru...