Jumat, 09 April 2021

Behind Dasar Penulisan bersama bu Rita



Alhamdulillah, sudah memasuki hari ketiga Pelatihan Belajar Menulis. Narasumber pertemuan kali ini adalah ibu Rita Wati, S.Kom. yang akan mengupas tentang Dasar Penulisan dan dipandu oleh pak Sucipto sebagai Moderator. Makin ke sini makin padat materinya dan makin takjub sama narasumbernya. Sebelum perkuliahan dimulai, kami disuguhkan dengan kumpulan koleksi hasil karya terbaik bu Rita. "Marvelous" untuk bu Rita. Semoga ilmu-ilmu semua narasumber yang fantastis bisa menular dan mendarahdaging pada kami. Aamiin.

Sebelum penyampaian materi inti, saya sangat tertarik dengan gaya yang dilakukan narasumber yaitu mengajukan pertanyaan kepada peserta pelatihan. Pertanyaannya adalah "Kira-kira menulis itu susah atau tidak? Apa penyebabnya? Pertanyaan yang jawabannya menggali kemampuan peserta pelatihan  dan mengajak peserta untuk berpikir. Seandainya kelas ini adalah kelas tatap muka, maka kelas akan menjadi sangat aktif karena peserta akan memberikan beragam jawaban seperti yang dituliskan oleh narasumber (Susah ide, miskin kata-kata,sulit merangkai kata, susah memulai, bingung mau menulis apa, tidak percaya diri,tulisannya jelek, dan merasa tulisan tidak layak untuk dibaca). Selanjutnya narasumber mematahkan semua jawaban yang dapat menghambat seseorang untuk menulis dengan memunculkan kata yang sama berulang-ulang; MENULIS MENULIS MENULIS. Dengan terus menulis dan berlatih maka semua hambatan yang ada hilang dengan sendirinya karena experience is a good teacher.

Ada beberapa jurus yang saya dapatkan selama perkuliahan malam ini;

Jurus pertama adalah unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam penulisan.  Pada bagian ini kita harus memahami terminologi ADIKSIMBA = 5W+1H.  Membaca istilah tersebut mengingatkan saya kepada  Narasumber tentang kebiasaannya membuat pembaca penasaran di setiap ending cerita. Karena ini bukan cerita maka istilah tersebut akan dijelaskan. 

A = Apa / W = What (Menjelaskan  tentang peristiwa yang terjadi di dalam cerita)

DI = dimana / W = Where (Menjelaskan dimana peristiwa terjadi)

K = Kapan / W = When (Menjelaskan waktu peristiwa terjadi)

SI = Siapa / W = Who ( Menjelaskan siapa tokoh dalam peristiwa tersebut)

M = Mengapa / W = Why (Menjelaskan mengapa peristiwa terjadi)

BA = Bagaimana / H = How (Menjelaskan bagaimana peristiwa terjadi)

Jurus kedua adalah kesalahan yang sering dilakukan dalam menulis. Penulis pemula sebaiknya menghindari menuliskan paragraf-paragraf panjang untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam menulis. Ketika menulis perhatikan penggunaan tanda baca yang tepat, pilihlah kata baku dan efektif sehingga tulisan yang dihasilkan menarik untuk dilihat dan dibaca.            

Jurus  ketiga adalah langkah-langkah yang dilakukan agar tulisan enak dibaca. Supaya tulisan menarik untuk dibaca maka kita harus; (1) sering membaca karena membaca adalah jendela dunia. (2) Rajin menulis karena menulis melatih berpikir. (3) Saat menulis lihatlah keterkaitan antara kalimat paragraf pembuka, isi dan penutup, sehingga tulisan menarik untuk dibaca. (4) Jangan pernah melupakan EYD (Ejaan yang disempurnakan) / PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) karena kaedah bahasa itu adalah patokan dan kunci sukses dalam menulis. (5) Pastikan posisi susunan kalimat yang dibuat sudah tepat dan mengandung unsur (SPOK). (6) Bacalah tulisan yang sudah dibuat berkali-kali untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pemilihan atau penggunaan kata. (7) Sesuaikan dan bedakan  penggunaan dan penempatan  dimana tulisan akan dimuat sehingga sesuai dengan kaedah atau standar penulisan yang benar.

Jurus keempat adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi penulis pemula. Dalam menulis, terutama bagi pemula dianjurkan untuk memperhatikan beberapa hal penting yaitu; Penggunaan huruf kapital (di awal kalimat, nama orang, petikan langsung, nama tuhan, kitab suci,agama, dsb.),  penggunaan kata depan DI, dan penggunaan tanda seru.

Selain keempat jurus tersebut, NArasumber juga menghadirkan  istilah  yang biasa digunakan dalam dunia tulis menulis yaitu  selingkung. Selingkung maksudnya menyesuaikan apa yang ditulis tanpa mengikuti kaedah bahasa baku terutama dalam menulis novel dan cerpen. 

NArasumber benar-benar telah memberikan materi  yang benar-benar mendasar dalam menulis. Apabila semua jurus yang disampaikan tadi dikuasai dan dipraktekkan secara terus-menerus, Insyaallah kita kan menghasilkan tulisan yang baik, bagus, menarik dan enak dibaca serta mampu menusuk hati pembaca. Maka mari kita jadikan menulis is habit dan menulislah sepanjang hayat.

Tanggal pertemuan: 09/04/2021

Resume ke: 3

Tema: DAsar Penulisan 

Narasumber: Rita Wati, S.Kom

Gelombang: 18

Pangkalpinang

Okmi032021








13 komentar:

  1. mantul jurus menulis resume nya bu...,πŸ˜ŠπŸ‘

    BalasHapus
  2. Kereeen.. Mari terus berlatih menulis ya Bu biar tambah keren tulisannya, semangat πŸ’ͺ😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bu Tuti. Mari Kita berlatih bersama2 biar Kita Makin terbiasa menulis

      Hapus
  3. Keren tulisan nya bun, ringkas dan bergiziπŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  4. Resumenya padat singkat bagus buk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bu Beli. Alhamdulillah, Masih proses belajar.

      Hapus
  5. Wah menulis dengan jurus jitu... πŸ‘

    BalasHapus

Gadis pemalu dan sederhana kelahiran 41 tahun yang silam telah memilih tambatan hatinya "guru" sebagai profesi utama dalam nengaru...