Kamis, 06 Mei 2021

Kenapa Harus di Penerbit Mayor?

 

"Anyone who has never made a mistake has never tried anything news”

Albert Einstein

Jangan pernah menyalahkan orang lain ketika  jatuh tetapi resapilah apa yang telah terjadi sehingga bisa terjatuh. Menyalahkan dan mengkritik orang lain sangat mudah. Tapi sanggupkah kita bertindak seperti orang yang dikritik. Semua orang ingin menjadi pemenang, semua orang ingin menjadi hebat tapi mampukah kita melangkah dan bersaing tanpa menyakiti yang lain? Anggaplah ini sebagai instropeksi diri terutama bagi saya, “Jangan melihat sesuatu dari kulitnya.” Perjuangkan apa yang menjadi hak dan tinggalkan yang bukan hak.

Di penghujung bulan April tepat nya tanggal 30 memasuki pertemuan ke-12 dalam perkuliahan belajar menulis gelombang 18. Materi hari ini masih sama dengan materi minggu lalu yaitu penerbit mayor yang akan disampaikan oleh bapak Joko Irawan Mumpuni. Beliau merupakan Direktur Penerbit ANDI, Ketua I, IKAPI DIY , Penulis buku, bersertifikat BNSP dan merupakan Assesor BNSP dibuktikan dengan adanya sertifikat kompetensi. Speechless, ungkapan apa yang cocok untuk beliau. Beruntung sekali saya bisa bergabung dalam perkuliahan hari ini, karena bisa mendengar suara narasumber hebat secara langsung. Semuanya serasa mimpi. Moga mimpi bisa menulis terwujud nantinya.

Perkuliahan hari ini agak sedikit berbeda dengan perkuliahan sebelumnya karena narasumber menggabungkan dua strategi yaitu menggunakan slide dan voicenote. Mengapa harus voicenote? Alasannya cuma satu biar kami sebagai peserta tidak malas untuk menulis atau membuat ketikan ketika membuat resume. 

Bagaimana menulis buku agar mudah diterima penerbit?  Pertama, marilah kita mencari  tema atau topik yang populer / trendi saat ini yang keberadaannya dalam waktu jangka panjang. Kedua, mari kita mencari   tema yang dicari dunia. Berikut adalah contoh produk yang laris di pasaran dan bertahan dalam jangka panjang.

Agar buku bisa diterbitkan di penerbit mayor, Sebelum memulai menulis sebaiknya kita mengenali diri sendiri, berada di posisi atau level  mana diri kita ketika menulis? Dengan mengenali diri,akan memudahkan kita untuk mencapai target yang kita inginkan dalam menulis. sehingga benar-benar berhasil diterbitkkan di penerbit mayor seperti penerbit Andi. Gambar berikut menunjukkan dimana posisi kita dalam menulis. 

Setelah mengetahui dimana posisi kita, kita bisa meningkatkan kemampuan menulis dengan terus berlatih dan berlatih menulis hingga mampu menghasilkan sebuah buku yang berkualitas. Sebagai pemula, kita bisa belajar dan berkolaborasi dengan penulis senior atau penulis yang berpengalaman / bisa bekerjasama dengan pihak lain dalam menghasilkan sebuah buku. Jika memungkinkan boleh juga menerbitkan  buku solo. Segala proses yang dilakoni dapat dijadikan pengalaman  untuk ke depannya sehingga naskah yang dihasilkan dari waktu ke waktu makin bagus kualitasnya dan laris di pasaran.

Ketika telah memiliki naskah buku dan siap diterbitkan, tiba-tiba naskah buku ditolak atau tidak diterima penerbit, kita tidak boleh putus harapan dan berhenti menulis tapi kita harus mencari tahu kekurangan dan kelemahan terhadap naskah buku yang telah dibuat. Kita harus paham dan mengetahui industri buku sehingga bisa mengetahui sebab-sebab naskah ditolak. Berikut ini adalah bagan bagaimanakah industri buku di dunia penerbitan yang harus dipelajari agar naskah yang ditulis laku di pasaran.
       

Apabila disederhanakan maka bagan di atas dapat dibaca seperti gambar berikut ini. 



Gambar di atas dapat disimpulkan bahwa penulis adalah seseorang yang menulis sebuah naskah buku, apabila naskah buku dianggap layak dan laku di pasaran maka naskah buku tersebut akan diterima di sebuah penerbit. Sebelum diterima penerbit, tentu saja naskah tersebut diproses sedemikian rupa sehingga naskas buku yang telah diterbitkan langsung disalurkan ke berbagai tempat atau toko-toko buku seperti gramedia sehingga siap dikonsumsi oleh masyarakat. Dengan tingginya daya beli masyarakat terhadap buku terbitan tersebut maka buku tersebut dianggap laku di pasaran dan membawa keuntungan baik bagi penerbit, penyalur, maupun penulis itu sendiri. 

Lantas apa yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan industri penerbitan/literasi?Yang menjadi penghambat pertumbuhan industri penerbitan/literasi dapat disimak dalam gambar di bawah ini. 


Setelah mengetahui penghambat pertumbuhan industri penerbitan atau literasi maka pemerintah dewasa ini membuat gebrakan membudayakan literasi nasional mulai dari tingkat dasar sampai tingkat menengah agar masyarakat kita terbiasa dalam berliterasi dan memecahkan masalah.

Dalam perkuliahan kali ini, peserta pelatihan juga disuguhkan bagaimana proses terciptanya naskah menjadi buku. Bagi saya sendiri, materi hari ini benar-benar menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan bagi saya ketika mengikuti pelatihan ini. Meskipun resume yang akan kami bukukan tidak termasuk target dari penerbit mayor, paling tidak saya memiliki pengalaman bagaimana mulai belajar menulis, mulai menulis, bertemu penulis-penulis hebat, bertemu dengan motivator-motivator sukses dan bahkan mendapat pengetahuan-pengetahuan baru yang sama sekali tidak terpikirkan selama ini. Berikut ini adalah gambar proses naskah menjadi buku. Dengan mempelajari dan memahami isi gambar tersebut, kami mulai paham bagaimana proses sebuah naskah menjadi buku.


Apa yang harus dilakukan atau diperhatikan  penulis sebelum memasukkan atau menyerahkan naskahnya ke penerbit? Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan penulis sebelum memasukkannya ke penerbitan;


Simaklah contoh tulisan  yang baik dan menakjubkan berikut ini. Tulisannya sangat menyentuh sekali. Siapapun yang membacanya akan tertarik untuk mencari tahu tentang buku atau karya yang dihasilkan. 


Penjelasan demi penjelasan yang disampaikan sangat menarik bagi kami. Apalagi saat membaca slide yang tertulis seperti dalam gambar berikut; 




Apa yang diperoleh penulis? Ternyata penulis juga mendapat keuntungan apabila bukunya laris di pasaran. Ini adalah sebuah berita yang sangat menggembirakan bagi kami penulis pemula. Belajar menulis, jikalau tulisan trending maka akan mendapatkan keuntungan. Luar biasa sekali. Inilah salah satu karya yang benar-benar melibatkan emosi, hati dan rasa. Bagaimana melahirkan tulisan yang enak dibaca dan laku di pasaran.

Berikutnya kami juga disuguhkan dengan bagaimana sistem penilaian ketika memasukkan naskah ke penerbit mayor. Berikut adalah cara perhitungan pointnya. 


Perkuliahan dan pelatihan yang sangat komplit sekali. Terima kasih banyak atas segala waktu dan kesempatan yang diberikan sehingga saya bisa bergabung di kelas pelatihan ini. Berikutnya disajikan bagaimanakan naskah yang diinginkan penerbit mayor sehingga bisa laku di pasaran. Lihat lah semuanya kembali ke tema. Pilihlah tema yang benar-benar trendy untuk diangkat sehingga buku yang akan diterbitkan juga trendy dan menarik pembaca.


Babaimanakah mencari tema yang populer untuk ditulis? Silahkan akses google trend, carilah tema yang paling populer atau tema yang sedang dicari dunia sehingga menulis tidak menjadi sia-sia. Lihatlah bentuk grafik hasill pencarian. Jikalai grafiknya mengarah ke bawah maka tema tersebut tidak usah diambil. Ambillah tema yang grafiknya cenderung berakhir ke atas. Dengan demikian tema tersebut benar-benar lagi up to date.



Dengan memperhatikan tema yang populer, kembangkan tulisan sebaik mungkin sehingga buku yang dihasilkan juga populer. Jadilah seoran penulis yang idealis industries sehingga tulisan yang dihasilkan membawa keuntungan bagi banyak orang. Menulislah dan terus menulis hingga otak tidak mampu lagi berpikir. Jadilah penulis yang menggunakan hati dan rasa sehingga menulis seperti mencurahkan isi hati dan pikiran dengan begitu beban yang ada tertuang dalam bentuk tulisan. Mari jadikan menulis is habit dan menulislah sepanjang hayat. Perhatikan dan pahami apa yang dikatakan dengan penulis berfikir idealis dan industries.




Dengan demikian menulis tidak hanya sekedar menulis, isilah tulisan-tulisan dengan materi yang berkualitas dan menarik untuk dibaca. Menulis dan terus berlatih menulis jadilah penulis yang berfikir idealis-industrial.



Tanggal pertemuan: 30/04/2021

Resume ke: 12

Tema: Penerbit Mayor

Narasumber:  Joko Irawan Mumpuni

Gelombang: 18

Pangkalpinang Okmi032021








 


1 komentar:

Gadis pemalu dan sederhana kelahiran 41 tahun yang silam telah memilih tambatan hatinya "guru" sebagai profesi utama dalam nengaru...